Jajanan Tiwul, Jajanan Khas Tradisional dari Desa Glagahwaru Kec. Undaan Kab. Kudus



Jajanan Tiwul















Tiwul adalah jajanan khas tradisional yang masih eksis dipasarkan di Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah. Untuk mendapatkan jajanan tradisional ini, kita dapat membelinya di pasar Babalan, Pasar Wage dan Pasar Wates.  Jajanan Tiwul dibuat oleh Ibu Sukini dan Ibu Verni  dari berasal dari desa Glagahwaru. Beberapa UKM pembuat tiwul di Desa Glagahwaru Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus telah memasarkan produknya pada pasar-pasar di daerah sekitar.



Tiwul merupakan makanan berbahan dasar singkong atau ketela pohon. Makanan ini pada jaman dahulu dijadikan masyarakat Indonesia sebagai makanan pengganti beras atau nasi. Adapun cara membuat makanan ini yaitu singkong yang telah dikupas kulitnya kemudian dijemur hingga kering, Setelah singkong tersebut kering selanjutnya digiling/ditumbuk sampai halus hingga menjadi tepung. Tepung dingkong ini di daerah jawa biasa disebut atau dikenal dengan nama tepung gaplek atau tepung tapioka (tepung cassava).



Dari tepung inilah kemudian dicampur dengan air untuk dibuat menjadi adonan berbutir seperti pasir. Selanjutnya adonan tersebut dikukus selama kurang lebih satu jam, kemudian  ditiriskan di atas daun pisang, dan disajikan saat hangat bersama parutan kelapa dan sedikit garam. Bisa juga adonan singkong tersebut dicampur dengan gula merah, hal itu tergantung seleranya.





Ditulis oleh Yus Machrus




Sumber :

Blog Glagahwaru                      
Blog Kecamatan Undaan Kudus

Wedang Corro, Minuman Khas Tradisional dari Desa Undaan Tengah Kec. Undaan Kab. Kudus




Wedang Coro















Sumber : Mustangcorps.com

Wedang “Coro” atau ada juga yang menuliskannya dengan kata “Corro” merupakan salah satu minuman tradisional khas masyarakat  Kabupaten Kudus dan masih dilestarikan masyarakat Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Wedang itu terkait dengan tradisi pertanian di Kudus karena biasanya diminum kala petani selesai panen dan tanam pada musim penghujan. Penyebutan kata “coro” pada wedang coro sebagai minuman tradisional khas tersebut karena disajikan dengan 'coro' atau cara demikian.



Wedang Corro













Wedang Corro mempunyai khasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti masuk angin, demam, dan perut kembung serta bisa menghangatkan tubuh. Selain itu, para petani di Desa Undaan Tengah meyakini wedang "coro" bisa menghilangkan lelah dan kecapean. Ramuan khas rempah – rempah yang terkandung dalam wedang corro adalah resep utama yang membuat Wedang corro banyak digemari oleh masyarakat di Undaan dan sekitarnya.



Wedang Coro/Corro didapatkan dari  resep turun-temurun atau pada zaman 'mak kuno' (nenek moyang) yang terbuat dari adonan tepung beras, gula aren atau gula merah, gaul (irisan kelapa yang digoreng), garam, serta rempah – rempah yang terdiri dari merica, sere, dan jahe. Minuman tradisional khas masyarakat  Kabupaten Kudus ini berwana krem, lebih kental seperti bubur, dan rasanya perpaduan manis, sedikit pedas, dan gurih.



Penyajian Wedang Coro/Corro harus dalam keadaan hangat sehingga khasiat yang terkandung didalamnya dapat diserap oleh tubuh sehingga  badan terasa hangat dan segar.



Untuk mendapatkan Wedang Coro/Corro ini bisa diperoleh di Warung Ny Ika yang beralamat di Desa Medini Gang 7 dan Gang 15, dan beberapa warung lainnya seperti warung dekat areal persawahan Desa Undaan Tengah yang lokasinya berada sekitar satu kilometer Balai Desa Undaan Tengah, Desa Glagahwaru, Desa Kalirejo, dan Desa Undaan Kidul yang kesemuanya masuk dalam wilayah Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Jawa Tengah. 



Wedang ini harganya cukup murah, Rp 2.000 per gelas.



Ditulis oleh Yus Machrus

Labels : Wisata Kuliner Desa



Sumber :

Kompas.com                
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...