Showing posts with label Info TKI. Show all posts
Showing posts with label Info TKI. Show all posts

Hasil Produk Pelatihan TKI Purna Berpeluang Dipromosikan Di Luar Negeri

13 Januari 2016 09:44 WIB



Jakarta, BNP2TKI, Selasa (12/01) - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) selama 2015 telah melaksanakan program pemberdayaan bagi 15.000 TKI Purna/WNI Overstayers/TKI Bermasalah di seluruh Indonesia. Hasil produksi TKI Purna tersebut berpeluang untuk dipromosikan di luar negeri.

Hal ini terungkap saat Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perdagangan dan BNP2TKI Tentang Pengembangan dan Promosi Potensi Tenaga Kerja Indonesia Formal Dalam Upaya Peningkatan Penempatan Tenaga Kerja di Luar Negeri yang bertempat di kantor Kementerian Perdagangan, pada Selasa (12/01) dan dilakukan antara Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong dengan Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid.

"Kerjasama dengan Kemendag ini adalah untuk mencari offtaker. Selain itu, juga memanfaatkan instrumen Kemendag yaitu Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan untuk mempromosikan sektor jasa tenaga kerja terampil," ujar Nusron.

Lebih lanjut Nusron menjelaskan, "Remitansi TKI di tahun 2015 adalah 10,5 Miliar USD, naik 24% dari tahun sebelumnya. Salah satunya disebabkan oleh kenaikan gaji di Timur Tengah dan Taiwan. Namun, sayangnya TKI masih menggunakan untuk hal-hal konsumtif."

Untuk itu, dengan adanya MoU ini diharapkan, tidak hanya mempromosikan TKI terampil, tetapi penghasilan TKI dari bekerja di luar negeri tidak habis untuk hal-hal konsumtif namun bisa menciptakan pedagang-pedagang baru. Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong, menyambut baik kerjasama dengan BNP2TKI ini dan berharap ingin mempererat dan memperluas kerjasama dengan BNP2TKI.

Dengan adanya MoU ini, Thomas menambahkan, peluang yang akan meningkat adalah ekspor di bidang makanan dan minuman atau sektor kuliner, serta fashion. Karena Thomas melihat adanya adanya kreatifitas masyarakat Indonesia di bidang tersebut dan juga selera yang baik.*** (Humas)

 

Sumber : BNP2TKI, diakses tanggal 13 Januari 2016, jam 12.27 WIB

BNP2TKI : Prediksi Remitansi TKI tahun 2015 Tercapai

07 Januari 2016 08:12 WIB

Jakarta, BNP2TKI, Kamis (07/01/2016) - Seperti yang sebelumnya diperkirakan Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, remitansi dari TKI sepanjang tahun 2015 mampu menembus angka Rp. 100 triliun. Data Pusat Penelitian dan Informasi (Puslitfo) BNP2TKI menunjukkan, remitansi TKI mencapai 8,6 USD juta atau setara dengan Rp. 119 triliun.

Remitansi terbesar berasal dari TKI yang bekerja di kawasan Asia seperti Malaysia, Taiwan dan Hongkong. Disusul dari negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Uni Emirates Arab, kemudian Amerika dan Eropa serta Australia. Data Puslitfo BNP2TKI juga menunjukkan remitansi yang diperoleh dari TKI setiap tahunnya semakin meningkat.

Sementara itu BNP2TKI tiap tahunnya berupaya terus meningkatkan jumlah penempatan TKI Formal dibanding TKI Informal. Data per Desember 2015 menyebutkan dari 275.736 TKI yang bekerja keluar negeri, sebanyak 55 persennya adalah TKI yang bekerja di sektor formal, sedangkan 45 persen sisanya bekerja disektor nonformal. Ini senada dengan rencana strategis BNP2TKI dimana BNP2TKI terus berupaya meningkatkan jumlah penempatan TKI Formal dibanding TKI Informal.

Peningkatan jumlah pengiriman TKI formal atau prosedural itu sejalan dengan upaya memberi perlindungan kepada para TKI, sejak di dalam negeri hingga bekerja di negara penempatan dan kembali ke Tanah Air, kata Sekretaris Utama BNP2TKI, Hermono.

Data Penempatan TKI Formal dan Informal sepanjang tahun 2011 hingga 2015 menunjukkan kecenderungan yang berubah-ubah. Pada tahun 2015 jumlah TKI yang ditempatkan di luar negeri sebanyak 275.736 TKI menurun drastis dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 429.872 TKI. Sementara tahun 2013, penempatan TKI ke luar negeri sebanyak 512.168,  pada tahun 2012 berjumlah 494.609 TKI, tahun sebelumnya 586.802 TKI.

Di sisi lain, data pengaduan yang diterima BNP2TKI sepanjang tahun 2015, berjumlah 4.894 pengaduan, baik yang diterima secara langsung, melalui surat, email, SMS, maupun telepon. Sedangkan jumlah total kasus yang telah diselesaikan BNP2TKI dari tahun 2011 s.d 2015 sejumlah 17.268 pengaduan.

Menurut data Puslitfo BNP2TKI, yang banyak diadukan oleh keluarganya ialah TKI yang bekerja di Malaysia, Saudi Arabia, Taiwan, UEA, Oman, Singapura, Bahrain dan Hongkong. Masalah yang diadukan paling banyak adalah TKI yang meninggal, gagal berangkat, ingin dipulangkan, gaji tidak dibayar, putus hubungan komunikasi, masa kerja yang melewati ketentuan, TKI Sakit, tidak dipulangkan serta bekerja tidak sesuai dengan Perjanjian Kerja.***(Humas).


Sumber : BNP2TKI, diakses tanggal 9 Januari 2016, jam 10.30 WIB.

Kecenderungan Daerah Asal Dalam Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Indonesia Periode Tahun 2011 – 2015



Penulis : Yus Machrus, orang yang menyukai belajar dan terus belajar di alam.

Menurut Data BNP2TKI dapat diketahui bahwa 5 Besar Daerah Asal Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Indonesia sepanjang 5 tahun pada Periode Tahun 2011 sampai dengan 2015 masih didominasi oleh 5 kabupaten yang berasal dari 3 provinsi yaitu Provinsi Jawa Barat sebanyak 2 kabupaten (Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon), Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 2 kabupaten (Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Tengah) dan Provinsi Jawa Tengah sebanyak 1 kabupaten (Kabupaten Cilacap).

Pada Peringkat 5 Besar Nasional di penghujung Tahun 2015 ini, Peringkat 1 diduduki oleh salah satu dari 2 perwakilan dari Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Kabupaten Lombok Timur (23.862 orang), diikuti oleh Peringkat 2 diduduki oleh salah satu dari 2 perwakilan dari Provinsi Jawa Barat yaitu Kabupaten Indramayu (17.507 orang), Peringkat 3 diduduki oleh salah satu dari 2 perwakilan dari Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Kabupaten Lombok Tengah (11.260 orang), Peringkat 4 diduduki oleh salah satu dari 2 perwakilan dari Provinsi Jawa Barat yaitu Kabupaten Cirebon (10.010 orang), dan Peringkat 5 diduduki oleh satu-satunya perwakilan dari Provinsi Jawa Tengah yaitu Kabupaten Cilacap (9.795 orang).

Kelima kabupaten dari ketiga provinsi tersebut dalam Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Indonesia sepanjang 5 tahun tidak pernah “terpuruk” atau dibawah dari Peringkat 5 Besar Nasional dalam Daftar “Daerah Asal  Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Indonesia Periode Tahun 2011 – 2015”.

Persaingan ketat pada Peringkat 1 dan 2 terjadi antara Kabupaten Indramayu (Jawa Barat) dengan Kabupaten Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat). Selama 2 tahun berturut-turut yaitu tahun 2011 hingga 2012 Kabupaten Indramayu (Jawa Barat) berada pada Peringkat 1, namun pada perkembangan selanjutnya selama 3 tahun berturut-turut yaitu pada tahun 2013 hingga Nopember 2015 giliran Kabupaten Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat) menyalip Kabupaten Indramayu (Jawa Barat) sehingga berada Peringkat 1.

Di level bawahnya, persaingan ketat justeru terjadi antar 3 kabupaten dari 3 provinsi yaitu Kabupaten Cirebon (Jawa Barat), Kabupaten Cilacap (Jawa Tengah) dan Kabupaten Lombok Tengah (Nusa Tenggara Barat). Pada Peringkat 3 secara bergantian diduduki oleh  Kabupaten Lombok Tengah (Tahun 2011, dan 2015), Kabupaten Cirebon (Tahun 2013), dan Kabupaten Cilacap (Tahun 2012, dan 2014). Pada Peringkat 4 secara bergantian diduduki oleh Kabupaten Cirebon (Tahun 2012, 2014, dan 2015) dengan Kabupaten Cilacap (Tahun 2011, 2013). Sedangkan pada Peringkat 5 secara bergantian diduduki oleh Kabupaten Cirebon (Tahun 2011), Kabupaten Lombok Tengah (Tahun 2012, 2013, dan 2014) dengan Kabupaten Cilacap pada penghujung tahun 2015.

29 Kabupaten / Kota Daerah Asal Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Indonesia
Periode Tahun 2011 – 2015






Data diolah dari :
1)        BNP2TKI, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Tahun 2013, diakses tanggal 02 ‎Desember ‎2015, jam ‏‎20:27:27 WIB
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...