Showing posts with label Indonesia Kita. Show all posts
Showing posts with label Indonesia Kita. Show all posts

Mendikbud Ajak Setiap Warga Negara Indonesia Jadi Duta Budaya

Mon, 11/30/2015 - 18:37

Canberra, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengajak warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri untuk menjadi duta budaya Indonesia. Ia mengatakan, kekayaan budaya Indonesia adalah sarana diplomasi yang luar biasa, tetapi selama ini belum dioptimalkan.

“Secara konstitusional, tugas ambassador memang berada di pundak duta besar dan para staf. Tapi secara moral, setiap orang Indonesia adalah ambassador untuk negeri  (Indonesia). Setiap orang Indonesia yang berada di luar negeri pada hakikatnya adalah ambassador,” ujar Mendikbud Anies Baswedan, di hadapan diaspora dan mahasiswa Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia, Canberra, Australia, Minggu (29/11/2015).

Ia mengatakan, jarang sekali ada bangsa di dunia ini yang memiliki kekayaan budaya seperti Indonesia, salah satunya adalah kekayaan bahasa. Bahasa Indonesia, katanya, berperan sebagai kunci pada proses diplomasi budaya. Tidak hanya itu, Bahasa Indonesia juga bisa bermanfaat sebagai contoh titik kulminasi budaya-budaya daerah. 

"Ada lebih kurang 719 bahasa daerah, 400 lebih di Papua, 200 lebih di Maluku, dan 100 lebih di Sulawesi. Keberagaman itu disatukan oleh Bahasa Indonesia sebagai sarana komunkasi nasional,” ujar Mendikbud. Ia menuturkan, pada tahun 1930-an, orang-orang daerah mengambil kursus untuk bisa berbahasa Indonesia, tetapi sekarang semua orang bisa berbahasa Indonesia tanpa harus kehilangan bahasa daerahnya.

Mendikbud juga mendorong agar ke depan Bahasa Indonesia juga bisa lebih banyak diucapkan oleh penutur asing. “Semakin banyak penutur Bahasa Indonesia artinya semakin berkembang diplomasi budaya Indonesia,” ujarnya. 

Duta Besar Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat menyambut baik ajakan Mendikbud tersebut. Nadjib mengungkapkan, ada sekitar 17.700 diaspora dan mahasiswa Indonesia di Australia, sehingga jika masing-masing merasa dirinya adalah ambassador atau duta, maka akan dahsyat sekali dampaknya untuk diplomasi budaya Indonesia.

Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Australia, Lina Farida Jihadah menyampaikan apresiasinya atas kunjungan yang dilakukan Mendikbud. "Kami berterima kasih, Mendikbud justru sowan ke 'keluarga besar'-nya dulu sebelum bertemu dengan pejabat Australia. Kami juga dapat banyak pencerahan dari ceramah beliau yang bernas,”  tutur Lina. 

Pertemuan Mendikbud dengan masyarakat Indonesia di Canberra, Australia, merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja. Mendikbud dijadwalkan bertemu dengan Menteri Pariwisata dan Pendidikan Internasional Australia, Richard Colbeck, dan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, untuk mendiskusikan beberapa hal terkait isu pendidikan dan kebudayaan. Mendikbud dijadwalkan akan kembali ke Indonesia pada tanggal 1 Desember 2015. (Gloria Gracia/Desliana Maulipaksi)



Sumber : Kemendikbud, diakses tanggal 09 Desember 2015 jam 00:41 WIB.

Tari Bali Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia dalam Sidang UNESCO

Wed, 12/02/2015 - 13:59

Jakarta, Kemendikbud --- Tari Bali yang masuk dalam nominasi Warisan Budaya Dunia Tak Benda UNESCO, sedang menunggu keputusan Sidang UNESCO di Windhouk, Namibia, Afrika, sore ini, Rabu, (2/12/2015). Mendikbud Anies Baswedan mengajak masyarakat Indonesia berdoa supaya sidang UNESCO tersebut dapat resmi menetapkan Tari Bali sebagai warisan budaya dunia takbenda.
 
“Saya sampaikan apresiasi kepada siapa saja yang telah turut berupaya memperjuangkan usulan Tari Bali kepada UNESCO. Tentu kita berdoa dan berharap UNESCO sore ini akan menetapkan Tari Bali tersebut sebagai warisan budaya dunia takbenda,” kata Mendikbud Anies Baswedan yang juga Ketua Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO, saat membuka Kongres Kesenian Indonesia III di Bandung, Rabu (2/12/2015).
 
UNESCO dijadwalkan menggelar sidang di Windhouk, Namibia, pada 30 November s.d. 4 Desember 2015. Salah satu agenda sidang tersebut adalah penetapan Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan atau Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Pembahasan dan pengukuhan nominasi dari Indonesia, yaitu Tari Bali, dijadwalkan akan berlangsung pada sidang sore ini, (2/12/2015).
 
Ada tiga genre tari yang terdiri atas sembilan Tari Bali yang diusulkan menjadi Warisan Budaya Dunia Takbenda, yaitu Tari Barong Ket, Tari Joged, Legong Keraton, Dramatari Wayang Wong, Gambuh, Topeng Sidakarya, Baris Upacara, Tari Sanghyang dan Tari Rejang. Dalam rangkaian Sidang UNESCO di Namibia, sembilan tari tersebut dipresentasikan dan dirangkai menjadi mozaik tari berjudul Nawa Sari yang mencerminkan intisari sembilan tarian tersebut. Mozaik Tari Nawa Sari yang berdurasi selama empat dan enam menit itu memberikan gambaran kepada UNESCO mengenai intisari sembilan Tari Bali yang diusulkan menjadi Warisan Budaya Dunia Takbenda.
 
Empat seniman Bali, yaitu Prof. Wayan Dibia, Dewa Putu Selamet Raharja, Putu Eka Laksmi Dewi dan Kadek Ayu Era Penatih, telah berangkat  ke Windhouk, Namibia,  Afrika, pada Sabtu (28/11/2015) lalu untuk mengikuti sidang UNESCO tersebut. Selain Tari Bali, beberapa budaya dari negara lain yang masuk nominasi antara lain Shomagongo Oshituthi, Festival Buah Marula dari Namibia; Alardah Alnajdiyah, kesenian tari, drum dan puisi dari Arab Saudi; Perayaan Celestine Pardon dari Italia; dan Kok-boru, permainan kuda tradisional dari Kyrgyzstan. (Desliana Maulipaksi/Gloria Gracia)

Sumber : Kemendikbud, diakses tanggal 07 Desember 2015 jam 06.48 WIB
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...