Bangun Desa, Menteri Marwan Terapkan 3 Prinsip Ini

Waktu
: 16/02/2016 19:51:04
Sumber
: Marwan Jafar

JAKARTA – Terdapat 3 prinsip yang diterapkan Marwan Jafar, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) dalam membangun desa. 3 Prinsip tersebut yakni government, movement dan culture.

“Jadi dalam membangun desa, ada pemerintah sebagai pemangku kebijakan di dalamnya, ada gerakan serta partisipasi masyarakatnya juga, dan harus mengedepankan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal,” tegas Menteri Marwan, dalam acara Peluncuran Peta Desa untuk Percepatan Penbangunan Desa dan Kawasan Pedesaan.

Menurutnya, ragam budaya dan kearifan lokal dari berbagai desa, akan menjadi satu kesatuan yang akan menjadi spirit tersendiri dalam membangun desa. Menteri Marwan mengakui, sumber-sumber kebudayaan di desa-desa memiliki potensi dan keunikan yang sangat luar biasa. Sehingga, pembangunan desa juga harus mengedepankan budaya, agar identitas desa tetap terjaga.

“Di Kementerian desa ini unik sebenarnya, seni dan budaya menjadi satu di sini. Karena memang, pembangunan kita semua berporos pada sumber-sumber kebudayaan kita. Karena sebenarnya, kebudayaan di desa-desa itu sangat luar biasa,” ungkapnya.

 Sumber : Kemendesa, diakses tanggal 19 Februari 2016, jam 10.30 WIB

Berkat Dana Desa, Segaramakmur Tak Lagi Kesulitan Air Bersih

Waktu
: 17/02/2016 17:08:09
Sumber
:



Bekasi. Segaramakmur tak lagi kesulitan air bersih. Berkat dana desa, seluruh warga di desa kini tak perlu lagi memanggul air untuk kebutuhan sehari-hari.

"Dulunya kami kesulitan mendapat air bersih, makanya Dana Desa tahun lalu kita gunakan untuk sanitasi air bersih. Jadi, warga tidak lagi jauh-jauh manggul air untuk kebutuhan di rumah. Karena sanitasi air bersih ini langsung disalurkan ke rumah warga," ungkap Agus Sopian, Kepala Desa Segaramakmur. Kecamatan Taruna Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Sanitasi air bersih Segaramakmur dibangun tiga titik, yakni di Kampung Kramat Blencong, di Kampung Poncol dan di Jalan Segaramakmur. Pusat Sanitasi diletakkan di lokasi strategis, agar mudah dijangkau oleh masyarakat.

"Lokasi sanitasinya di tempat-tempat strategis agar mudah dijangkau oleh masyarakat. Seperti halnya di Kampung Kramat Blencong itu di halaman Masjid, ada juga yang diletakkan di sini (kantor desa)," ujarnya.

Sanitasi air bersih di desa ini menggunakan satelit dengan kecepatan yang tinggi, agar air bersih dapat terdistribusi dengan baik. Tendangan air yang dihasilkan dari sanitasi ini mencapai 300-600 milimeter per detik.

"Alat yang digunakan untuk Sanitasi ini satelit. Ini alat yang paling bagus, tendangan airnya sangat kencang, jadi cepat terdistribusinya," ungkapnya.

Ia melanjutkan,  Air bersih hasil sanitasi ini kemudian didistribusikan ke warga desa, melalui pipa khusus yang disalurkan langsung ke rumah warga desa. Sanitasi air bersih ini nantinya, akan diberdayakan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), untuk menunjang perekonomian desa secara berkelanjutan.

"Selain membantu masyarakat desa agar tidak lagi kesulitan air bersih, Sanitasi ini juga akan kita berdayakan melalui BUMDes. Jadi juga bisa membantu meningkatkan perekonomian desa," ujarnya.

Selanjutnya selain digunakan untuk sanitasi air bersih, dana desa juga dimanfaatkan Desa Sagara Makmur untuk membangun Jalan Lingkungan (Jaling).

Jalan lingkungan tersebut dibangun di berbagai pusat aktivitas perekonomian desa seperti area pertanian, persawahan dan pertambakan.

"Seperti arahan Pak Menteri, penggunaan dana desa kita manfaatkan untuk pembangunan infrastruktur. Dengan begitu, aktifitas ekonomi kita menjadi sangat terbantu," ungkapnya.

Diakui Agus, program dana desa sangat membantu kesejahteraan dan perekonomian desa. Ia berencana, dana desa selanjutnya akan dimanfaatkan untuk membangun gedung serbaguna, yang juga akan diberdayakan oleh BUMDes.

"Masyarakat di sini lahan rumahnya sudah sempit. Nanti gedung serba guna ini bisa dipakai warga untuk acara adat, pernikahan dan sebagainya. Nanti kita berdayakan juga lewat BUMDes," ujarnya.

Dana desa sebagai salah satu program unggulan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur. Anggaran dana desa mengalami peningkatan dari Rp 20,7 Triliun menjadi Rp 47 Triliun tahun ini. Bahkan, dana ini akan mengalami peningkatan hingga Rp 90 Triliun di Tahun 2017.

"Pembangunan infrastruktur dari dana desa ini syaratnya harus padat karya. Agar perekonomian masyarakat juga akan sangat terbantu," ujar Menteri Marwan.

Menurutnya, realisasi dari program dana desa tersebut akan mampu membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kita akan bantu pertumbuhan ekonomi nasional dari desa-desa. Karena aktifitas ekonomi nasional juga bergantung pada aktifitas ekonomi di desa," ujarnya.


++++
Foto: Masyarakat desa Segaramakmur, Bekasi bekerja membangun infrastruktur jalan desa dan saluran air bersih. Masyarakat Segaramakmur yang dulunya kesulitan air bersih, kini bernafas lega berkat pemanfaatan dana desa.

Sumber : Kemendesa, diakses tanggal 19 Februari 2016, jam 10.25 WIB.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...