Selamat Datang

Selamat Berkunjung ke Blog Inspirator Wirausaha di Desa.

Wednesday, May 27, 2015

Makam Sunan Gunung Jati, Desa Astana Kec. Gunung Jati Kab. Cirebon Prov. Jawa Barat



Oleh : Yus Machrus


Gambar : Sunan Gunung Jati (Walisembilan.com)













Ziarah Wali Songo merupakan rangkaian perjalanan untuk berziarah atau berkunjung dan berdo’a di makam Sembilan Wali penyebar agama Islam di Nusantara. Ke sembilan makam Wali tersebut terdapat di 3 provinsi yaitu 5 makam Wali berada di wilayah Jawa Timur, tiga makam di antaranya berada di Jawa Tengah, dan satu makam di Jawa Barat. Makam Wali di Jawa Barat tersebut adalah makam Sunan Gunung Jati.

Gambar : Pintu Masuk Makam Sunan Gunung Jati (SindoNews.com)


Makam Sunan Gunung Jati terdapat di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat tepatnya di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati. Hingga saat ini, makam beliau tak pernah sepi dari peziarah yang datang dari berbagai penjuru nusantara, bahkan datang pula dari negara asing Timur Tengah dan Afrika.

Lokasi makam tersebut berada sekitar 6 km dari Kota Cirebon yang dilintasi jalur Cirebon-Indramayu. Bila menggunakan kendaraan umum dari Terminal Bus Harjamukti Kota Cirebon kemudian berjalan atau menggunakan becak menuju Terminal Angkutan Kota Dukuh Semar yang lokasinya tepat di belakang Terminal Bus Harjamukti kemudian bisa menggunakan beberapa alternatif diantaranya adalah menggunakan Angkot D5 atau D6 menuju pertigaan Krucuk dekat Kantor Bank BTN–Kantor Telkom di Jalan Siliwangi  (saat ini tarif angkot Rp. 4.000 jauh dekat) kemudian dilanjutkan dengan angkot GG/06 melewati Klayan  atau minibus/elf jurusan ke Indramayu (tarif sekitar Rp. 3.000) atau becak (kurang lebih Rp. 10.000 tergantung kesepakatan) dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit. Bila menggunakan Kereta Api Bisnis dan atau Eksekutif (seperti KA. Cirebon Ekspress, KA. Argo Mulia, KA. Argo Dwipangga, KA. Argo Jati, KA. Taksaka Pagi, KA. Argo Jati, KA. Argo Anggrek Pagi, KA. Tegal Bahari, dsb), dari Stasiun Kereta Api Kejaksan Kota Cirebon bisa menggunakan Angkot D5 atau D6 menuju pertigaan Krucuk dekat Kantor Bank BTN–Kantor Telkom di Jalan Siliwangi kemudian dilanjutkan dengan angkot GG/06 melewati Klayan atau minibus/elf jurusan ke Indramayu atau becak (kurang lebih Rp. 10.000 tergantung kesepakatan) dengan waktu tempuh lebih singkat yaitu sekitar 10 menit. Begitupun bila menggunakan Kereta Api Ekonomi (seperti KA. Kertajaya, KA. Kutojaya Utara, KA. Gajahwong, KA. Menoreh, KA. Tegal Ekspress, KA. Gaya Baru Malam, dsb) dari Stasiun Kereta Api Prujakan Kota Cirebon bisa menggunakan Angkot D6 menuju pertigaan Krucuk dekat Kantor Bank BTN–Kantor Telkom di Jalan Siliwangi  kemudian dilanjutkan dengan angkot GG/06 melewati Klayan  atau minibus/elf jurusan ke Indramayu atau becak (kurang lebih Rp. 15.000 tergantung kesepakatan) dengan waktu tempuh yaitu sekitar 15 menit . Untuk info lebih lengkap terkait Nama Kereta Api, Harga Tiket, Jadwal, Stasiun Asal dan Tujuan dapat dilihat di Web PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di link https://tiket.kereta-api.co.id/.


Kompleks Makam Sunan Gunung Jati memiliki lahan seluas lima hektar. Memasuki kompleks makam ini tidak dipungut biaya, namun para pengunjung dapat menyumbang dana seikhlasnya pada kotak sumbangan yang terletak di setiap pintu masuk. Berwisata religi di makam ini, peziarah tak perlu repot dengan berbagai kelengkapan karena di kompleks makam ini sudah tersedia penginapan, rumah makan, fasilitas mandi cuci dan toilet. Begitupun bagi yang ingin mencari oleh-oleh, peziarah juga akan dengan mudah mendapatkannya dari pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai cindera mata maupun makanan khas Cirebon di sekitar kompleks makam tersebut. Sedangkan bagi peziarah yang membawa kendaraan tersedia pula tempat parkir yang nyaman dekat alun-alun.
Komplek makam Sunan Gunung Jati memiliki beberapa keunikan. Peziarah jangan merasa heran dengan fenomena yang terlihat aneh, karena untuk menuju makam Sunan Gunung Jati akan melintasi jalan setapak berkelok, berpapasan dengan banyak pengemis segala usia, melewati padatnya rumah penduduk dan sebuah Masjid yang merupakan bagian dari kompleks makam.

Di dalam komplek makam di Gunung Sembung, akan terlihat pemandangan nan artistik berjejer. Kompleks makam tersebut memiliki 9 pintu utama (Lawang Songo), namun bagi peziarah umum, hanya diizinkan sampai pintu ke-4 di serambi muka Pesambangan. Serambi muka dibatasi Lawang Gedhe, pintu pembatas bagi peziarah umum. Pintu ke-5 sampai 9 lebih ekslusif karena untuk dapat masuk hingga pintu tersebut harus memiliki ijin dari pihak keraton dan dengan pakaian adat yang telah ditentukan serta memberikan imbalan sedekah dengan jumlah tertentu. Pusat dari kompleks makam ini adalah Makam Sunan Gunung Jati yang berada setelah pintu ke-9, terletak di Puncak Gunung Sembung yang tingginya mencapai 20 meter.

Gambar : Dinding Berkeramik (DetikTravel.com)


Di sebelah barat serambi muka terdapat Lawang Mergu yang diperuntukkan bagi para peziarah Tiong Hoa yang ingin berdoa untuk Putri Ong Tien Nio yang merupakan Putri Kaisar Hong Gie dari Dinasti Ming sebagai pemimpin China saat itu. Keterkaitan antara Putri Ong Tien Nio dengan Sunan Gunung Jati adalah karena pada tahun 1479 Sunan Gunung Jati menyebarkan agama Islam di wilayah China yang bernama Nan King. Saat di negeri China tersebut Sunan Gunung Jati bergelar Maulana Isnanul Kamil. Sekembalinya Sunan Gunung Jati dari negeri China, Putri Ong Tien menyusul kepergian Sunan Gunung Jati. Selanjutnya Sunan Gunung Jati menikahi Putri Ong Tien yang kemudian mendapatkan sebutan nama lain yaitu Nyi Mas Ratu Rara Sumandeng. Inilah sebabnya mengapa terdapat begitu banyak keramik dengan kondisi baik dan berornamen unik juga gambar yang menarik seperti burung, orang berpakaian khas Tionghoa dan bunga-bunga. Rupanya keramik-keramik aneka warna yang terintegrasi di dinding itu dibawa dari China oleh Putri Ong Tien Nio.


Gambar : Makam Sunan Gunung Jati (Merdeka.com)



Bangunan makam Sunan Gunung Jati memiliki gaya arsitektur kombinasi gaya arsitektur Jawa, Arab, dan Cina. Arsitektur Jawa tampak pada atap bangunan berbentuk limasan. Arsitektur Cina tampak pada desain interior dinding makam yang penuh dengan hiasan keramik dan porselin. Selain menempel pada dinding makam, benda-benda antik tersebut juga terpajang di sepanjang jalan makam. Semua benda itu sudah berusia ratusan tahun, namun kondisinya masih terawat. Benda-benda tersebut dibawa oleh istri Sunan Gunung Jati, Nyi Mas Ratu Rara Sumandeng dari Cina sekitar abad ke-13 M. Sedangkan arsitektur Timur Tengah terletak pada hiasan kaligrafi yang terukir indah pada dinding dan bangunan makam itu.

Keunikan lainnya tampak pada adanya sembilan pintu makam yang tersusun bertingkat. Masing-masing pintu tersebut mempunyai nama yang berbeda-beda, secara berurutan dapat disebut sebagai berikut: pintu gapura, pintu krapyak, pintu pasujudan, pintu ratnakomala, pintu jinem, pintu rararoga, pintu kaca, pintu bacem, dan pintu kesembilan bernama pintu teratai. Semua pengunjung hanya boleh memasuki sampai pintu ke lima saja. Sebab pintu ke enam sampai ke sembilan hanya diperuntukkan bagi keturunan Sunan Gunung Jati sendiri.

Kompleks makam ini juga dilengkapi dengan dua buah ruangan yang disebut dengan Balaimangu Majapahit dan Balaimangu Padjadjaran. Balaimangu Majapahit merupakan bangunan yang dibuat oleh Kerajaan Majapahit untuk dihadiahkan kepada Sunan Gunung Jati sewaktu ia menikah dengan Nyi Mas Tepasari, putri dari salah seorang pembesar Majapahit yang bernama Ki Ageng Tepasan. Sedangkan Balaimangu Padjadjaran merupakan bangunan yang dibuat oleh Prabu Siliwangi untuk dihadiahkan kepada Syarif Hidayatullah sewaktu ia dinobatkan sebagai Sultan Kesultanan Pakungwati (kesultanan yang merupakan cikal bakal berdirinya Kesultanan Cirebon).

Semasa hidupnya Sunan Gunung Jati merupakan salah satu dari sembilan tokoh yang dikenal dengan sebutan Wali Songo. Pada abad ke-14, Sunan Gunung Jati bersama delapan tokoh Wali Songo yaitu Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Kalijaga, dan Sunan Muria berperan dalam penyebaran Islam di tanah Jawa pada abad ke 14. Para wali songo tersebar di tiga wilayah penting pantai utara pulau Jawa yaitu Cirebon di Jawa Barat, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, Surabaya-Gresik-Lamongan-Tuban di Jawa Timur.

Bernama asli Syarif Hidayatullah, Sunan Gunung Jati lahir dari hasil perkawinan Nyi Ratu Rarasantang (Putri Prabu Siliwangi) dengan Syarief Abdullah bin Nur Alam bin Jamaluddin Akbar, seorang Mubaligh dan Musafir besar dari Gujarat, India yang sangat dikenal sebagai Syekh Maulana Akbar bagi kaum Sufi di tanah air. Syekh Maulana Akbar adalah putra Ahmad Jalal Syah putra Abdullah Khan putra Abdul Malik putra Alwi putra Syekh Muhammad Shahib Mirbath, ulama besar di Hadramaut, Yaman yang silsilahnya sampai kepada Rasulullah melalui cucunya Imam Husain.

Pada abad 13 masehi Sunan Gunung Jati mengembangkan Cirebon sebagai pusat dakwah dan pemerintahan yang kemudian dikenal dengan nama Kesultanan Cirebon. Selain sebagai salah seorang Wali Songo, beliau pernah menjadi raja di Kasultanan Cirebon yang merupakan sultan pertama Kasultanan Cirebon yang pada awalnya bernama Keraton Pakungwati. Dengan peranannya tersebut, Sunan Gunung Jati mendapat penghormatan dari raja-raja lain seperti kerajaan Demak dan Pajang karena kedudukannya sebagai raja dan ulama. Beliau menyebarkan Islam ke daerah lain di Jawa Barat seperti Majalengka, Kuningan, Sunda Kelapa, dan Banten. Bukan hanya di Jawa Barat, Sunan Gunung Jati juga pernah menyebarkan agama Islam hingga ke wilayah China yang bernama Nan King dan bergelar Maulana Isnanul Kamil.

Gambar dari Sumber :

1
2
3
4



Dirangkum dari sumber :


1
2
3
4
5
6
7
8


Wednesday, May 20, 2015

Nama – Nama Desa di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat



Oleh : Yus Machrus

Seperti yang telah ditulis pada posting sebelumnya berjudul “Provinsi Dengan Jumlah Desa Terbanyak” yang berdasarkan data terbaru dari Kementerian Dalam Negeri pada Lampiran I Permendagri No. 39 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan yang ditetapkan tanggal 2 Februari 2015 oleh Menteri Dalam Negeri dari sumber Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri per semester I Bulan Juni Tahun 2014 diketahui bahwa Provinsi Jawa Barat menempati peringkat ke-5 dalam “Provinsi Dengan Jumlah Desa Terbanyak”. Berikutnya, pada psoting sebelumnya berjudul “Kabupaten / Kota Dengan Jumlah Desa Terbanyak di Provinsi Jawa Barat” diketahui bahwa Kabupaten Kuningan merupakan salah satu dari 18 kabupaten dan 9 kota di Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Kuningan menempati peringkat ke-5 dalam “Kabupaten / Kota Dengan Jumlah Desa Terbanyak di Provinsi Jawa Barat” dengan 361 desa dibawah Kabupaten Garut dengan 421 desa, Kabupaten Bogor dengan 417 desa, Kabupaten Cirebon dengan 412 desa, dan Kabupaten Sukabumi dengan 381 desa serta di atas Kabupaten Cianjur dengan 353 desa, Kabupaten Tasikmalaya dengan 351 desa, Kabupaten Majalengka dengan 330 desa, Kabupaten Indramayu dengan 309 desa, dan kabupaten/kota lainnya.
Kabupaten Kuningan terdiri dari 32 kecamatan, 361 desa dan 15 kelurahan. Di kabupaten ini, Kecamatan Ciawigebang merupakan kecamatan dengan jumlah desa terbanyak dengan 24 desa yang diikuti oleh Kecamatan Darma dengan 19 desa, Kecamatan Garawangi dengan 17 desa, Kecamatan Kramatmulya dengan 17 desa, Kecamatan Maleber dengan 16 desa, Kecamatan Luragung dengan 14 desa, Kecamatan Jalaksana dengan 14 desa, dan kecamatan lainnya.

1
Kecamatan Ciawigebang (24 desa)

1
Desa Ciawi Lor

2
Desa Ciawigebang

3
Desa Cigarukgak

4
Desa Cihaur

5
Desa Cihirup

6
Desa Cijagamulya

7
Desa Cikubangmulya

8
Desa Ciomas

9
Desa Ciputat

10
Desa Dukuhdalem

11
Desa Geresik

12
Desa Kadurama

13
Desa Kapandayan

14
Desa Karamatmulya

15
Desa Karangkamulyan

16
Desa Lebaksiuh

17
Desa Mekarjaya

18
Desa Padarama

19
Desa Pajawan Lor

20
Desa Pamijahan

21
Desa Pangkalan

22
Desa Sidaraja

23
Desa Sukadana

24
Desa Sukaraja
2
Kecamatan Cibeureum (8 desa)

1
Desa Cibeureum

2
Desa Cimara

3
Desa Kawungsari

4
Desa Randusari

5
Desa Sukadana

6
Desa Sukarapih

7
Desa Sumurwiru

8
Desa Tarikolot
3
Kecamatan Cibingbin (10 desa)

1
Desa Bantarpanjang

2
Desa Ciangir

3
Desa Cibingbin

4
Desa Cipondoh

5
Desa Cisaat

6
Desa Citenjo

7
Desa Dukuhbadag

8
Desa Sindangjawa

9
Desa Sukaharja

10
Desa Sukamaju
4
Kecamatan Cidahu (12 desa)

1
Desa Bunder

2
Desa Cibulan

3
Desa Cidahu

4
Desa Cieurih

5
Desa Cihideung Girang

6
Desa Cihideung Hilir

7
Desa Cikeusik

8
Desa Datar

9
Desa Jatimulya

10
Desa Kertawinangun

11
Desa Legok

12
Desa Nanggela
5
Kecamatan Cigandamekar (11 desa)

1
Desa Babakanjati

2
Desa Bunigeulis

3
Desa Cibuntu

4
Desa Indapatra

5
Desa Jambugeulis

6
Desa Karangmuncang

7
Desa Koreak

8
Desa Panawuan

9
Desa Sangkanhurip

10
Desa Sangkanmulya

11
Desa Timbang
6
Kecamatan Cigugur (5 desa & 5 kelurahan)

1
Desa Babakanmulya

2
Desa Cileuleuy

3
Desa Cisantana

4
Desa Gunungkeling

5
Desa Puncak

6
Kelurahan Cigadung

7
Kelurahan Cigugur

8
Kelurahan Cipari

9
Kelurahan Sukamulya

10
Kelurahan Winduherang
7
Kecamatan Cilebak (7 desa)

1
Desa Bungurberes

2
Desa Cilebak

3
Desa Cilimusari

4
Desa Jalatrang

5
Desa Legokherang

6
Desa Madapajaya

7
Desa Patala
8
Kecamatan Cilimus (13 desa)

1
Desa Bandorasa Kulon

2
Desa Bandorasa Wetan

3
Desa Bojong

4
Desa Caracas

5
Desa Cibeureum

6
Desa Cilimus

7
Desa Kaliaren

8
Desa Linggaindah

9
Desa Linggamekar

10
Desa Linggarjati

11
Desa Linggasana

12
Desa Sampora

13
Desa Setianegara
9
Kecamatan Cimahi (12 desa)

1
Desa Benda

2
Desa Cikaduwetan

3
Desa Cikeusal

4
Desa Cileuya

5
Desa Cimahi

6
Desa Cimulya

7
Desa Gunungsari

8
Desa Kananga

9
Desa Margamukti

10
Desa Mekarjaya

11
Desa Mulyajaya

12
Desa Sukajaya
10
Kecamatan Ciniru (9 desa)

1
Desa Cijeumit

2
Desa Ciniru

3
Desa Cipedes

4
Desa Gunungmanik

5
Desa Longkewang

6
Desa Mungkaldatar

7
Desa Pamupukan

8
Desa Pinara

9
Desa Rambatan
11
Kecamatan Cipicung (10 desa)

1
Desa Cimaranten

2
Desa Cipicung

3
Desa Karoya

4
Desa Mekarsari

5
Desa Muncangela

6
Desa Pamulihan

7
Desa Salareuma

8
Desa Suganangan

9
Desa Sukamukti

10
Desa Susukan
12
Kecamatan Ciwaru (12 desa)

1
Desa Andamui

2
Desa Baok

3
Desa Cilayung

4
Desa Citikur

5
Desa Citundun

6
Desa Ciwaru

7
Desa Garajati

8
Desa Karangbaru

9
Desa Lebakherang

10
Desa Linggajaya

11
Desa Sagaranten

12
Desa Sumberjaya
13
Kecamatan Darma (19 desa)

1
Desa Bakom

2
Desa Cageur

3
Desa Cikupa

4
Desa Cimenga

5
Desa Cipasung

6
Desa Darma

7
Desa Gunungsirah

8
Desa Jagara

9
Desa Karanganyar

10
Desa Karangsari

11
Desa Kawah Manuk

12
Desa Paninggaran

13
Desa Parung

14
Desa Sagarahiyang

15
Desa Sakerta Barat

16
Desa Sakerta Timur

17
Desa Situsari

18
Desa Sukarasa

19
Desa Tugumulya
14
Kecamatan Garawangi (17 desa)

1
Desa Cikananga

2
Desa Cirukem

3
Desa Citiusari

4
Desa Garawangi

5
Desa Gewok

6
Desa Kadatuan

7
Desa Karamatwangi

8
Desa Kutakembaran

9
Desa Lengkong

10
Desa Mancagar

11
Desa Mekarmulya

12
Desa Pakembangan

13
Desa Purwasari

14
Desa Sukaimut

15
Desa Sukamulya

16
Desa Tambakbaya

17
Desa Tembong
15
Kecamatan Hantara (8 desa)

1
Desa Bunigeulis

2
Desa Cikondang

3
Desa Citapen

4
Desa Hantara

5
Desa Pakapasan Girang

6
Desa Pakapasan Hilir

7
Desa Pasiragung

8
Desa Tundagan
16
Kecamatan Jalaksana (14 desa)

1
Desa Babakanmulya

2
Desa Ciniru

3
Desa Jalaksana

4
Desa Manis Kidul

5
Desa Manis Lor

6
Desa Padamenak

7
Desa Peusing

8
Desa Sadamantra

9
Desa Sangkanerang

10
Desa Sayana

11
Desa Sembawa

12
Desa Sidamulya

13
Desa Sindangbarang

14
Desa Sukamukti
17
Kecamatan Japara (10 desa)

1
Desa Cengal

2
Desa Cikeleng

3
Desa Citapen

4
Desa Dukuhdalem

5
Desa Garatengah

6
Desa Japara

7
Desa Kalimati

8
Desa Rajadanu

9
Desa Singkup

10
Desa Wano
18
Kecamatan Kadugede (12 desa)

1
Desa Babatan

2
Desa Bayuning

3
Desa Ciherang

4
Desa Ciketak

5
Desa Cipondok

6
Desa Cisukadana

7
Desa Kadugede

8
Desa Margabakti

9
Desa Nangka

10
Desa Sindangjawa

11
Desa Tinggar

12
Desa Windujanten
19
Kecamatan Kalimanggis (6 desa)

1
Desa Cipancur

2
Desa Kalimanggis Kulon

3
Desa Kalimanggis Wetan

4
Desa Kertawana

5
Desa Kertawinangun

6
Desa Wanasaraya
20
Kecamatan Karang Kancana (9 desa)

1
Desa Cihanjaro

2
Desa Jabranti

3
Desa Kaduagung

4
Desa Karangkancana

5
Desa Margacina

6
Desa Segong

7
Desa Simpayjaya

8
Desa Sukasari

9
Desa Tanjungkerta
21
Kecamatan Kramatmulya (17 desa)

1
Desa Bojong

2
Desa Cibentang

3
Desa Cikaso

4
Desa Cikubangsari

5
Desa Cilaja

6
Desa Cilowa

7
Desa Gandasoli

8
Desa Gereba

9
Desa Kalapagunung

10
Desa Karangmangu

11
Desa Kasturi

12
Desa Kramatmulya

13
Desa Nanggerang

14
Desa Padarek

15
Desa Pajambon

16
Desa Ragawacana

17
Desa Widarasari
22
Kecamatan Kuningan (10 desa & 10 kelurahan)

1
Desa Ancaran

2
Desa Cibinuang

3
Desa Karangtawang

4
Desa Kedungarum

5
Kelurahan Awirarangan

6
Kelurahan Cigintung

7
Kelurahan Cijoho

8
Kelurahan Ciporang

9
Kelurahan Cirendang

10
Kelurahan Citangtu

11
Kelurahan Kuningan

12
Kelurahan Purwawinangun

13
Kelurahan Winduhaji

14
Kelurahan Windusengkahan
23
Kecamatan Lebakwangi (13 desa)

1
Desa Bendungan

2
Desa Cinagara

3
Desa Cineumbeuy

4
Desa Cipeutir

5
Desa Langseb

6
Desa Lebakwangi

7
Desa Mancagar

8
Desa Manggari

9
Desa Mekarwangi

10
Desa Pagundan

11
Desa Pajawankidul

12
Desa Pasayangan

13
Desa Sindang
24
Kecamatan Luragung (14 desa)

1
Desa Cigedang

2
Desa Cikandang

3
Desa Cirahayu

4
Desa Dukuhmaja

5
Desa Dukuhpicung

6
Desa Gunungkarung

7
Desa Luragung Landeuh

8
Desa Luragung Tonggoh

9
Desa Margasari

10
Desa Panyosogan

11
Desa Sindangsari

12
Desa Sindangsuka

13
Desa Walaharcageur

14
Desa Wilanagara
25
Kecamatan Maleber (16 desa)

1
Desa Buniasih

2
Desa Cikahuripan

3
Desa Cipakem

4
Desa Ciporang

5
Desa Dukuhtengah

6
Desa Galaherang

7
Desa Garahaji

8
Desa Giriwaringin

9
Desa Karangtengah

10
Desa Kutamandarakan

11
Desa Kutaraja

12
Desa Maleber

13
Desa Mandalajaya

14
Desa Mekarsari

15
Desa Padamulya

16
Desa Parakan
26
Kecamatan Mandirancan (12 desa)

1
Desa Cirea

2
Desa Kertawinangun

3
Desa Mandirancan

4
Desa Naggela

5
Desa Nanggerangjaya

6
Desa Pakembangan

7
Desa Randobawa Girang

8
Desa Randobawa Ilir

9
Desa Salakadomas

10
Desa Seda

11
Desa Sukasari

12
Desa Trijaya
27
Kecamatan Nusaherang (8 desa)

1
Desa Ciasih

2
Desa Cikadu

3
Desa Haurkuning

4
Desa Jambar

5
Desa Kertawirama

6
Desa Kertayuga

7
Desa Nusaherang

8
Desa Windusari
28
Kecamatan Pancalang (13 desa)

1
Desa Danalampah

2
Desa Kahiyangan

3
Desa Mekarjaya

4
Desa Pancalang

5
Desa Patalagan

6
Desa Rajawetan

7
Desa Sarewu

8
Desa Silebu

9
Desa Sindangkempeng

10
Desa Sumbakeling

11
Desa Tajurbuntu

12
Desa Tarikolot

13
Desa Tenjolayar
29
Kecamatan Pasawahan (10 desa)

1
Desa Cibuntu

2
Desa Cidahu

3
Desa Cimara

4
Desa Ciwiru

5
Desa Kaduela

6
Desa Padabeunghar

7
Desa Padamatang

8
Desa Paniis

9
Desa Pasawahan

10
Desa Singkup
30
Kecamatan Selajambe (7 desa)

1
Desa Bagawat

2
Desa Cantilan

3
Desa Ciberung

4
Desa Jamberama

5
Desa Kutawaringin

6
Desa Padahurip

7
Desa Selajambe
31
Kecamatan Sindang Agung (12 desa)

1
Desa Babakanreuma

2
Desa Balong

3
Desa Dukuh Lor

4
Desa Kaduagung

5
Desa Kertaungaran

6
Desa Kertawangunan

7
Desa Kertayasa

8
Desa Mekarmukti

9
Desa Sindangagung

10
Desa Sindangsari

11
Desa Taraju

12
Desa Tirtawangunan
32
Kecamatan Subang (7 desa)

1
Desa Bangunjaya

2
Desa Gunungaci

3
Desa Jatisari

4
Desa Pamulihan

5
Desa Situgede

6
Desa Subang

7
Desa Tangkolo

Data diolah dari sumber :
Kemendagri, Lampiran I Permendagri No. 39 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, ‎diakses tanggal 24 ‎April ‎2015, jam ‏‎23:20:53 WIB.

Kemendagri, Lampiran II Permendagri No. 39 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, diakses tanggal 22 ‎April ‎2015, Jam ‏‎20:59:30 WIB